kilaubiru™

Expect nothing. Do something.

Gathot Thiwul Yu Tum, Makanan Khas Gunungkidul

Mantaaap Mas Mbak… Jalan-jalan di Gunungkidul, apalagi dari tempat pikniknya :mrgreen: enaknya mampir ke warung yang satu ini, ada Gathot dan Thiwul… hah… apa itu gathot yang bukan gagal thotal? Trus apa itu thiwul yang bukan thuwil? Penampakannya begini 😀

Gatot dan tiwul, duo sejoli yang sama-sama berasal dari Gaplek, alias ketela alias singkong yang dikeringkan. Kalo tiwul dibuat dari gaplek yang ditumbuk halus kemudian dikukus, sedang gatot dibuat dari gaplek yang potongannya kecil-kecil. Keduanya dimakan bersama parutan kelapa… rasanya?? E-N-A-K 😀

Padahal pemirsa yang berbahagia, jaman dulu gatot dan tiwul itu makanan masyarakat yang tidak mampu membeli beras. Berpuluh-puluh tahun yang lalu *serius 😉 kabupaten Gunungkidul terutama daerah selatan merupakan daerah yang tandus dan kering, cuma bisa tumbuh tanaman palawija salah satunya singkong. Nah, dari situlah diolah menjadi gaplek alias ketela yang dikeringkan, kemudian diolah lagi menjadi tiwul sebagai pengganti nasi. Kalau sekarang?? Yaa sekarang tiwul jadi cemilan… hihihihi :mrgreen: 😆

Warung Yu Tum ini selain menyediakan gatot dan tiwul, juga ada belalang goreng 😯 serta makanan khas gunungkidul lain misalnya sayur lombok ijo, nasi merah, nasi hitam, oseng kates, trancam, gudeg… mmmmm… nyam nyam nyam 😀 Selengkapnya boleh kunjungi websitenya langsung, tapi rasanya nggak mungkin mo pesan gatot tiwul delivery via paket… hehehehe… Warung Yu Tum ada di Jl. Pramuka, sebelah timur balai desa Wonosari, arahnya dari alun-alun Wonosari ke utara, lalu ketemu perempatan RSUD Wonosari, belok kanan atau ke timur sekitar 500 meter.

Mari kita coba langsung pemirsa… :mrgreen:

kilaubiru >>>

15 responses to “Gathot Thiwul Yu Tum, Makanan Khas Gunungkidul

  1. Yoshi 17 September 2012 pukul 8:49 PM

    Kalau dikemas dengan bagus, bisa go internasional nih.
    Gatot . . . gatot . . wis pirang tahun ora mangan gatot.

  2. dhanicsetio 17 September 2012 pukul 9:33 PM

    kirimm rene…tak kirim engko dawet

  3. hadiyanta 18 September 2012 pukul 9:20 AM

    enak…..gundule

  4. Tri_Aja_Gunung_Kidul 18 September 2012 pukul 2:35 PM

    wah jadi inget masa kecilku dulu,makan nasi tiwul n gathot sinkong pake parutan klapa enak kenyil kenyal kenyul.
    Brarti yang arah ke semin/Karang mojo ya..
    Salam Gunung Kidul HANDAYANI

  5. warung DOHC 19 September 2012 pukul 2:59 AM

    nek gathot ki nang wates yo akeh, tapi nek thiwul memang khas gunung kidul

  6. adhys 19 September 2012 pukul 9:29 AM

    nama tempat wisatanya saru eh, kl diaerahku tempik = alat kelamin perempuan 🙂

  7. koPLAK 2 Oktober 2012 pukul 11:32 PM

    wuihh…. tempik gundul rodo ginuk, marai pingin ndulusup2 neng jero
    #koplak

  8. peta pantai 22 Januari 2013 pukul 8:16 AM

    gambare ojo sing konotasine saru, masih banyak gambar lain yg lebih indah ttg Gunungkidul

  9. замена радиатора авто цена 8 Juni 2016 pukul 7:52 PM

    This is the right blog for anyone who wants to find out about this topic. You realize so much its almost hard to argue with you (not that I actually would want…HaHa). You definitely put a new spin on a topic thats been written about for years. Great stuff, just great!

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: