kilaubiru™

Expect nothing. Do something.

Mengepalkan Tangan di Jalan = Ngajak Berantem

Ketika berada di jalan, yang notabene milik umum siapapun boleh lewat, semestinya saling menghormati dan berbagi jalan. Begitu pula saat ada rombongan konvoi bermotor, terutama konvoi roda dua alias sepeda motor, hampir dipastikan ada kode-kode tertentu yang digunakan oleh pemimpin rombongan (yahh… gampangnya begitulah :D) untuk memberikan aba-aba atau peringatan kondisi jalan di depan. Seperti yang ditulis mas Bagus, Etika Konvoi, Kode Tanpa Arogansi, seringkali masyarakat awam tidak mengerti maksud kode-kode itu, karena memang tidak pernah disosialisasikan, hanya terbatas pada klub atau komunitas ketika akan melakukan formasi touring. Dalam kasus yang saya lemparkan pertanyaan di facebook, bahwa ketika saya mendahului kendaraan lain dengan sebelumnya memberikan tanda lampu sein kanan, tiba-tiba dari arah berlawanan ada pengendara motor yang berada di jalur agak ke tengah menjulurkan kaki kanannya, tanpa kode lampu atau sein, dan uniknya lagi, tanpa rombongan dan kondisi lalu lintas di belakangnya sepi:mrgreen: Saya memang sedikit mengambil jalur berlawanan, tetapi saya sudah memperkirakan jalanan cukup lebar dan tanpa trotoar di kiri kanan. So… agak ‘menyebalkan’ bagi saya, sekalian saja saya ambil penuh jalur berlawanan👿

Dalam hal ini saya adalah pengendara mobil yang awam, biarpun di sisi lain saya suka touring naik motor bareng-bareng:mrgreen: Tapi sungguh saya menyayangkan polah pengendara yang kalau boleh saya bilang alay😆 terlalu berlebihan. Bayangkan saja bila pengendara mobil tidak memperhatikan kaki yang dijulurkan, bisa terserempet dan lebih berbahaya bagi pengendara motor. Seperti juga pengalaman mas Nurhidayat,

Seperti yang saya duga setelah ill fell dengan bunyi sirine ternyata gaya mereka menyalip juga sangat miris, biarpun dari arah berlawanan ada mobil tetap menyalip dan memukul (tapi tidak keras) mobil box didepan saya, dengan menurunkan kaki seolah mau menendang-nendang. Yang membuat saya makin miris saat salah satu dari Rombongan memaksa menyalip mobil Box dari depan ada sebuah Kijang Plat AB .. karena diacungi kaki sampai mobil tersebut turun ke Badan Jalan, seett dahhh.. kalau berpikir kolot lha sampeyan ki sopo cuma numpang lewat kok sampai bikin yang tuan rumah minggir. Saya cuma berpikir saja seandainya kijang tersebut tidak mau mengalah turun ke badan jalan pasti pengendara tersebut tertabrak, siapa yang mau disalahkan..!!

Kesimpulannya, ambil sisi positifnya saja, saya sepakat dengan tulisan Eyang Ali, saya kutip berikut🙂

Bagi bro n sis yang bergabung di komunitas atau club, mohon di perhatikan saja lalu lintas di sekitar anda. Yang utama, tanamkan disiplin lalu lintas dan menghormati sesama pengguna jalan. Gunakan perlengkapan turing standard, Jaket, Body Protector, Handglove, Deker, dan sepatu Boots. Jangan menyalip kendaraan di depan kalau tidak memungkinkan. bagi grup anda menjadi 2 atau 3 atau lebih  (Jika rombongan melebihi 10 motor). Jaga jarak bebas antar rider, bila memungkinkan, gunakan formasi 2 jalur Zig Zag (Motor 1 dan lainnya berjarak 1 motor). Jangan pernah mendahului kendaraan pada jalan menikung, karna anda akan sulit melihat kendaraan lain dari arah berlawanan. Jadilah biker sopan dengan mendahulukan kendaraan dari arah yang berlawanan sebelum anda menyalip kendaraan yang ada di depan anda. Gunakan Klakson atau lampu DIM, agar di beri ruang untuk melambung. ingat, masyarakat tidak tau apa itu kode / SOP Turing. Jadilah biker yang bijak.

So, untuk meminimalisir kesalahpahaman di jalan, seperti yang dijelaskan di artikel Kang Ulid, sebaiknya saling menghargai di jalan. Gunakan kode tangan atau kaki seperlunya. Klakson, sein, dan lampu bukan pajangan. Gunakan seoptimal mungkin untuk memberikan kode bagi pengendara lain. Semoga bermanfaat.😉

kilaubiru >>>

39 responses to “Mengepalkan Tangan di Jalan = Ngajak Berantem

  1. Lekdjie 13 Oktober 2011 pukul 4:36 AM

    Tubruk wae kang,palagi yg kuning ituh..
    #lempargranat

  2. obby_babeuh 13 Oktober 2011 pukul 4:40 AM

    mobile kijang, merasa kasihan tuw paling gan…!?

    tp ya ndak sebaikny seperti di fhoto jg…..
    coz dapat menyinggung pengendara lain, pa lagi itu posisi nyalip di tikungan…..(alias rada meksa nyalipe)

    safety ride za lah…..
    jalan aman, pengendara nyaman…..

    alhamdulilah…yahh….!?!

    :v

  3. TDF 13 Oktober 2011 pukul 4:50 AM

    sebernya arti dari menjulurkan kaki itu apa si? setau saya kalo kode nyalip cukup pakai tangan dan sein

  4. Muh Nurhidayat 13 Oktober 2011 pukul 4:54 AM

    sip….
    mari saling menghormati terhadap sesama pengguna jalan..

    (dewekan atawa rombongan kita tetap sama)

  5. #99 bro 13 Oktober 2011 pukul 5:22 AM

    intinya kalo rame rame makin keliatan gagan n ndongkrak ego…

    betul betul betul..

  6. Muh Nurhidayat 13 Oktober 2011 pukul 5:28 AM

    susah mau nge-like lewat hengpong

  7. Pak Bambang Nunggang Byson 13 Oktober 2011 pukul 5:37 AM

    sikile lagi kram, mergo isine kampes yo kram wkwkwkkk kabuuurrr

  8. Taufik 13 Oktober 2011 pukul 6:01 AM

    kalo nggak salah isyarat turing . .. tangan diangkat tingi lalu dikepal . .. artinya malah berhenti ya ?

  9. cafebiker 13 Oktober 2011 pukul 6:35 AM

    saya malah bingung kalau touring, aturannya banyak. Maklum dulu kalau touring “nyludur” dewe2🙂

  10. propus 13 Oktober 2011 pukul 7:23 AM

    Sebetulnya selain memperhatikan RC, peserta rombongan juga harus lebih memanfaatkan rambu yang ada, meminimalkan pengunaan kode yang keliatan arogan, seperti kata bro Moko

  11. jahe 13 Oktober 2011 pukul 7:37 AM

    betul ditambah optimalkan perangkat lampu sein di motor

  12. Imouto 13 Oktober 2011 pukul 9:12 AM

    lha iya, wong di kendaraan tu klo standart diel kan ada lampu sein, lampu high beam (dim), dan klakson. koq ga itu yang dipake. setau q klo pemakai jalan yang waras, diklakson dari belakang dah tau koq klo dia mau disalip n pasti dikasih jalan deh (klo kondisi memungkinkan). koq ya sempet2nya pake isyarat yang orang awam aja ga tau, malah dikira ngajak berantem.

  13. ewan 13 Oktober 2011 pukul 9:14 AM

    br awal bulan ini papasan di sumedang sm rombongan motor yg model motornya ky cbr150…tau knapa tiba tiba nyusul dr belakang lgs mukul spion mobil ane smpe spion nutup untung ga potong.. knp cb mesti gt..ga klakson, ga pk sein,, lgs aja tiba tiba, boncengannya jg cewe ga pk helm..ane klakson malah balik melototin..hihihi aneh.

  14. kang_ulid 13 Oktober 2011 pukul 9:55 AM

    menurunkan kai itu sebenarnya kode buat rombongan yang di belakangnya bahwa di sebalah kanan atau kiri ada bahaya… n sebenarnya tergantung cara menjulurkannya, kalo menjulurkan kaki ke bawah, itu kan wajar… namun, kalo menjulurkan kaki ke samping (mekangkang) nah itu baru arogansi (kalo kasusnya mau menyalip)… tapi tidak bisa di katakan arogansi jika untuk menghalau mobil pribadi/bus/truk yang memaksa menyalip padahal dari arah berlawanan banyak sekali motor…
    intinya… perilaku sama namun, situasi berbeda maka belum tentu itu termasuk dalam arogansi

    • mr.xx 10 Juli 2013 pukul 1:41 AM

      itu namnya nantang bego..
      aku udah srempet 1 orang yang manjulurkan kaki,padahal udah aku kasih jalan lebar banget.cukup untuk 1 mobil.trus gua tinggal lari dech.
      kalau takut di jalan,mending bobo di rumah ama emak loe aja dech.loe g tau rasanya jadi orang yang hidup di jalan,bisanya cuma bikin onar,emg jalan itu punya tmen” loe.misal ada orang nekat trus temen loe di tabrak saat menjulurkan kaki,si penabrak cuma di hukum 2 thn.smntara yang di tabrak cacat seumur hidup.apa udah siap????suatu saat pasti kejadian.

    • kang_ulid 10 Juli 2013 pukul 3:06 AM

      Loh ngapain kabur hbs nyrempet??! Yg cemen sapa tuh… klo brani ngapai kabur?! Harusnya bertanggung jawab tuh… cemen dplihara…

  15. Hourex150L 13 Oktober 2011 pukul 10:23 AM

    memang kadang ulah “oknum” biisa bikin jelek image Komunitas #abaikan saja# wkwkwkwkw

    PISS..

  16. bapake valen 13 Oktober 2011 pukul 3:11 PM

    saya bukan anggota klub, tapi saya sedikita tahu kode2 untuk turing.
    masalahnya,,, masih banyak klub yang arogan kalo sedang turing.
    ga usah disebutkan, tapi saya sering menemui di daerah saya.
    Kira2 itu ulah oknum atau memang tradisinya seperti itu?

  17. Honda C86 13 Oktober 2011 pukul 10:58 PM

    geng motor=klub motor?

  18. sepeda motor 14 Oktober 2011 pukul 12:49 AM

    mereka arogan karena merasa punya teman banyak
    komunitas alay itu

  19. shogun110tromol 14 Oktober 2011 pukul 11:23 PM

    gak semua orang ngerti isyarat konvoi group riding:mrgreen:

    dan terkadang juga org2 yg kbiasaan konvoi itu suka kbawa2 turing, bahkan pas sendirian😆

    akhirnya malah jadi membahayakan orang, harusnya bisa lebih berhati2 lagi

  20. Amama Ali 15 Oktober 2011 pukul 5:01 PM

    nek tangan melambai-lambai jur kepiye
    #njaluk dikamplengi berarti:mrgreen:

  21. gogo 8 November 2011 pukul 8:41 PM

    kadang menjulurkan kaki krn pegel..

  22. gesang86 25 November 2011 pukul 4:10 PM

    emang sulit…..antara tau, dan tidak tau….

  23. Apeen 26 Februari 2012 pukul 7:27 AM

    Curcol dikit… Kebetulan rumah mertua di jalan raya menuju tempat wisata. otomatis setiap akhir pekan banyak motor turing dari luar kota. Pernah suatu waktu ada rombongan motor macan lewat, saya mau keluar rumah pake motor juga, tiba-tiba salah seorang anggota rombongan mepet sambil menbunyikan klakson dengan keras. Saya biarkan mereka lewat, saya pilih peserta rombongan paling akhir (biasanya sweeper). Saya pepet mau saya tanya apa maksud anggota rombongannya melakukan tindakan demikian. Ternyata maupun dipepet berapa kali diajak berhenti sang sweeper tidak berani berhenti. Ternyata mereka rombongan orang-orang impoten yang beraninya rame-reme. Kalo sendiri sih ciut.

    Pernah juga mengalami kejadian rombongan motor (macan juga) dari arah berlawanan menjulurkan kaki ke arah mobil box yang saya bawa, menyuruh menepi memberi jalan rombongan mereka. Ngapain saya menepi, saya jalan di jalur yang benar. Saya biarkan saja, dengan asumsi kaki dia dengan mobil box yang saya bawa masih lebih keras mobil box saya. Ternya dia takut juga, dia kembali ke jalur yang benar. Kalo dia ngejar balik rame-rame siapa takut. Kalo berani maju sendiri-sendiri, jangan rame-rame.

    • mr.xx 10 Juli 2013 pukul 1:46 AM

      ok mas broooooooo…..!!!!!!!!!!
      siiiiiippppppppppp banget..klo berani 1 lawan 1 aja.klo g berani bobo di rumah aja.
      hehehe……

  24. Goendoel BISA 24 Oktober 2012 pukul 12:21 PM

    saya setuju broo…
    saya memang anak club,tapi saya juga tidak suka ma anak club yg terlalu arogan dijalan…
    yang tidak menghormati sesama pengguna jalan. ..
    saya juga menegur keras anggota club saya yg seperti itu…

    salam bro… .
    goendoel
    BISA ( Beat In Sragen )

  25. barjak 18 November 2012 pukul 12:42 PM

    gini ya mas bro,,
    – soal penggunaan strobo dan sirine,, memang tidak diperbolehkan,, kita memang melarang penggunaan aksesoris itu,, tapi masih ada saja anggota2 club nakal yang menggunakannya,, kami memang hanya bisa mengingatkan,, di club ane sendiri memang dilarang memakai strobo/sirine.
    – soal mengepalkan tangan,, itu bukan ngajak berantem mas,, tapi itu isyarat buat rider dibelakang kalo kita harus kurangi kecepatan/berhenti (mungkin ada kendala didepan/lampu merah)
    – soal kaki dipalangin,, ada beberapa faktor,,
    1). misal kaki dipalangin ke kiri/kanan bawah,, berarti ada halangan di kira/kanan, misal jalan berlubang, batu, pengendara lain, dsb
    kita gak ada niat buat nendang pengendara lain atopun bikin kerusuhan
    2). kaki dipalangin ke pengendara lain di jalur berlawanan,, memang saya sering melihat fenomena itu, itu memang tidak diperbolehkan, hanya club/pengendara nakal saja yang melakukan hal itu.
    tapi dalam keadaan agak darurat, itu bertujuan agar pengendara di sisi jalan lain untuk mengurangi kecepatan/agak minggir (mosok yo harus teriak teriak2 biar minggir),, biasanya pada saat touring beranggotakan banyak orang, takutnya ntar malah ada kecelakaan oleh pengendara di belakang..
    – soal memukul pengendara lain, saya tegaskan, ITU SANGAT TIDAK DIPERBOLEHKAN..
    club yang tahu aturan tidak akan melakukan perbuatan itu,,

    tidak semua club seperti yang anda bayangkan,, masihg banyak club yang taat peraturan, hanya club nakal saja yang melakukan penyimpangan di jalan..
    prinsip kita safety riding bro,, sefety bagi diri sendiri dan orang lain..

    salam brotherhood,, Wonogiri MegaPro Club..

    • City car 28 Januari 2014 pukul 9:51 PM

      Pengalaman saya sih saya waktu ke Bogor dari Bandung via Cianjur ,riding motornya terlalu ke tengah hampir menginjak garis tengah dan pengendara2 motornya mengeluarkan kaki yang paling depan KAN JELAS MENGAMBIL RUAS YANG BERLAWANAN, kbetulan di depan ada BUS antar Kota yang sedang Ngetem setegah ruas jalan terpaksa saya ngambil tengah posisi Ban kanan menginjak garis tengah jalan..kbtulan ada klub motor yg rata2 membawa jenis Ninja 250 malah ngeluarin Kaki ke tengah bukan hanya yg di depan???? Arogan banget… emangnya ruas jalanya punya ENKONG lu apa??

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: