kilaubiru™

Expect nothing. Do something.

Hati-Hati Banyak Jerami…!

Masih seputar kopdar Jogja-Jateng, ada hal yang unik lagi😉 Jalan aspal hampir sepanjang perjalanan antara Transmitter tvOne Patuk Gunungkidul hingga daerah kecamatan Gedangsari rumah nyonya JA, banyak jerami dijemur..!! Penduduk sekitar menjemurnya tidak di halaman rumah mereka namun di jalan!! Jalan umum yang menghubungkan antar kecamatan di Gunungkidul. Sebenarnya bukan hal yang aneh, namun baru kali ini saya melihat mereka menjemur jerami menutupi seluruh badan jalan. Umumnya saya lihat hanya di pinggir jalan saja.

Memang saat ini Gunungkidul sedang masa panen hasil bumi berupa padi, jagung, maupun kacang tanah. Setelah gabah dirontokkan, agar jerami tidak berjamur tentunya dijemur. Nah, biasanya bila di tempat eyang saya di Kulon Progo DIY, jerami seperti itu dijemur saja di halaman. Tidak mungkin akan menghabiskan jalanan di depan rumah. Ini beda, mungkin di daerah lain ada yang seperti ini juga, boleh share di sini…😉

Sepertinya bila dilewati banyak kendaraan apalagi motor perlu dipasang rambu-rambu, hati-hati banyak jerami:mrgreen: Kenapa bisa begitu? Jelas saja karena jerami ini tentu ban motor tidak akan menempel di aspal. Cukup berbahaya bila berada di jalur tikungan atau tanjakan. Saat di jalan kemarin, memaksa rombongan untuk jalan pelan-pelan. Bayangkan, sebelah kiri kanan jalan berupa jurang yang salah-salah bisa membuat celaka bila terpeleset. Berikut beberapa fotonya😀

mesti jalan pelan-pelan, sekitar 20 km/jam :roll:

mesti jalan pelan-pelan, sekitar 20 km/jam🙄

coba kalo jemur gabah di tengah jalan juga :mrgreen:

coba kalo jemur gabah di tengah jalan juga:mrgreen:

dahsyatt... sebelah kanan jurang tuh..🙄

53 responses to “Hati-Hati Banyak Jerami…!

  1. asmarantaka 17 Maret 2010 pukul 7:40 PM

    pertamaxxxxxxxxxxxxxxxxxx

  2. pendatang baru. 17 Maret 2010 pukul 7:40 PM

    pertamaxxx

  3. asmarantaka 17 Maret 2010 pukul 7:44 PM

    kudune numpak kebo kui…jiahahahhaha

  4. pendatang baru. 17 Maret 2010 pukul 7:44 PM

    wah kesalip ditikungan pertamax

  5. one08 17 Maret 2010 pukul 7:45 PM

    jerami a.k.a damen marai jengkel! keliatannya jalane alus jebul ada batu sebesar bola volley ketutupan damen! marai anyel! ranjau darat berbahaya! lagian sebenarnya menjemur jerami basah di atas aspal cepat membuat aspalnya hancur lho!

  6. pendatang baru. 17 Maret 2010 pukul 7:46 PM

    tenang…tenang… mongtore bro one08 siap menyapu jalan…hi…hi…

  7. pendatang baru. 17 Maret 2010 pukul 7:49 PM

    @one08 : justru itu mas bro, jalan2 yang rusak ditutupi pake jerami karena ada kunjungan kita.

    • one08 17 Maret 2010 pukul 7:56 PM

      Usul karo Bakal Calon Bupati yang maju ke PemiluKada. kalo terpilih nanti dibenerin jalan nya! eman-eman, pemandangan indah terganggu gara-gara kudu ndelok jalan takut kejeblos!

  8. jomblo ati 17 Maret 2010 pukul 8:13 PM

    no comment
    *geleng-geleng kepala

  9. hadiyanta 17 Maret 2010 pukul 8:34 PM

    sapine dadi emoh mangan, mambu ban vespa🙂

  10. alrozi 18 Maret 2010 pukul 12:14 AM

    untung wae ora udan!!!😛

    nek udan rak yo tambah reepoot…😀

    lha nggowo boks griyal-griyel jhe… xixixixi

  11. Satmer 18 Maret 2010 pukul 12:43 AM

    Mas kalo boleh tau itu jerami buat apa ya.?
    Kalo di kampung saya di karawang jerami sisa panen biasanya dijadiin media tanam jamur, tp ga pake dijemur sgala…

  12. apdri 18 Maret 2010 pukul 5:49 AM

    jeraminya mau dibuat apa ya…
    dibikin briket buat kompor bio massa? (nebak)🙂

  13. adicuzzy 18 Maret 2010 pukul 6:09 AM

    sing mepe damen marai horor wae, deg2an yen kepleset mesakne UG-ne..

  14. SkyrideR 18 Maret 2010 pukul 6:22 AM

    daerah asal dr damen rider

  15. SkyrideR 18 Maret 2010 pukul 8:18 AM

    buat makan belalang tempur…

  16. A Seen 18 Maret 2010 pukul 8:41 AM

    sama dengan dikampungku bro, kalau pas panen. Malah di jalan banyak buat jemur kulit sapi yang diolah buat sepatu

  17. noFUN 18 Maret 2010 pukul 9:46 AM

    damen oh damen.. ning jakarta ga ono damen.. xixixixi..

  18. barkey24 18 Maret 2010 pukul 2:43 PM

    kmaren pas pit2an malah ada yang sepadi-padinya di taroh di tengah jalan, tapi jalan kampung sih bukan jalan aspal..

  19. asmarantaka 18 Maret 2010 pukul 3:23 PM

    hahahhaa…bner2….kebone lekdjie….

  20. Elektra/kenthong 19 Maret 2010 pukul 12:27 AM

    Podo neng dusunku..damen gareng nggo pakan sapi nak pas kemarau..
    karo nggo lemek semongko nak arep di muat mobil…

  21. Pingback: Kilas Balik Perjalanan Koboys episode I « sepeda dan motor

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: