kilaubiru™

Expect nothing. Do something.

Sekilas Kesan Bersama Black Coyote-nya Bro Hadiyanta

Jumat kemarin tanggal 19 Februari, sesuai kesepakatan via sms & pesan di fb, agenda pagi itu bertemu dengan Mas Hadi di kantornya, transmitter tvOne di Patuk Gunungkidul. Berangkat dari Wonosari jam 8 pagi dan sampai di kantornya Mas Hadi sekitar jam setengah 9. Tidak terlalu sulit untuk menemukan tempatnya, walaupun baru sekali itu saya lewat jalur arah pegunungan Nglanggeran. Berada di daerah yang boleh dikatakan desa tower, karena di desa Ngoro-oro, berdiri lebih dari 10 tower transmitter TV Jogja & Solo, belum termasuk menara seluler. Di sana sudah menunggu Bajaj Pulsar 180 UG4 bersama sang pemilik. Saya sendiri riding bersama Megapro biru yang biasa saya ajak naik turun gunung.

Memang baru saat itu saya jumpa darat dengan Bro Hadiyanta, selama ini biasa berinteraksi sesama pengunjung blog TMC dan jaringan sosial facebook, bersama para komentator lainnya pula. Bro Hadi dengan ramah menyambut dan menjawab beberapa pertanyaan tentang rasa penasaran saya tentang Black Coyote. Selengkapnya tentang Black Coyote, bisa dibaca di sini, pengalaman riding, konsumsi BBM, inreyen Pulsar, dan Pulsar UG4 dengan Box Kappa, semuanya ada di blognya Bro Hadiyanta.

Kesan pertama Bajaj Pulsar 180 UG4 ini buat saya, satu kata, gagah. Putar kunci kontak ke posisi ON, indikator baterai, penunjuk bahan bakar dan odometer menyala. Saya coba menaiki jok pulsar, wahh… tinggi saya 165 cm ternyata tidak cukup tinggi untuk menjaga pulsar tetap berdiri tegak, kaki kiri dan kanan pun harus jinjit. Bro Hadi sempat tertawa melihat saya agak kesulitan dengan kondisi itu. Pencet tombol starter, suara mesin dari knalpot cukup halus khas Bajaj Pulsar. Masuk gigi 1, dan saya mulai jalan di parkiran, tidak lebih dari 20 km/jam.

Black Coyote ini menurut saya lebih berat dibandingkan Megapro, tinggi jok pun berbeda. Saya suka dengan posisi pijakan kaki yang agak mundur ke belakang saat mengendarai, sekilas terasa nyaman untuk perjalanan jauh. Setang memang agak menunduk, tapi saya yakin posisi riding ini paling nyaman untuk sekelas motor 150-200 cc. Dilengkapi box bervolume 42 liter, kesan pertama motor ini berat saat jalan, hilang sudah. Tenaga mesin begitu ‘narik’ untuk motor sport-touring ini.

Jam tangan saya sudah menunjuk angka 9 lebih, saatnya Bro Hadi untuk pulang karena sudah berada di kantornya sejak hari sebelumnya. Saya juga bersiap untuk menuju Jogja. Tidak lama, suara mesin khas Bajaj Pulsar menggema dan saya mengikuti di belakangnya hingga berpisah di ujung barat Jalan Wonosari. Sekilas kesan bersama Bajaj Pulsar 180 UG4, berikut sedikit foto-fotonya 😉

black coyote head lamp 🙄

dari depan 🙄

belakang - megapro 🙄

belakang - pulsar 🙄

dari samping 🙄

ada stiker TMC di sini 🙄

hadiyanta - kilaubiru 🙄

Many Thanks to Bro Hadi 🙂

Iklan

59 responses to “Sekilas Kesan Bersama Black Coyote-nya Bro Hadiyanta

  1. penerjemah a.k.a arif rakhman 20 Februari 2010 pukul 5:28 AM

    jadi, kesimpulannya, mas, bakal terus “setia” dengan mega pro biru atau malah dilego di dealer untuk ditukar dengan “Coyote-Coyote” lainnya? 🙂

  2. maskurmambang 20 Februari 2010 pukul 5:58 AM

    jane pantes kok nganggo Pulsar, ra niat ganti?

  3. pendatang baru. 20 Februari 2010 pukul 6:06 AM

    penasaran juga….

  4. alrozi 20 Februari 2010 pukul 6:51 AM

    jiyya… sii item dan sii biru bertemu… akur ndak ya mas bro?? memang sie kalau dilihat sekilas, black coyote joknya lebih tinggi… whesss keren2…

  5. hadiyanta 20 Februari 2010 pukul 8:04 AM

    wah saya nampang di kilaubiru blogs, maturnuwun kunjungannya, gak sempat beli duren untuk tamu saya ini (tanggal tuwo nding).
    Pulsar UG4 memang tinggi, saya pernah bandingkan dengan Pulsar 180 lama, megapro, tiger revo, semuanya lebih rendah dari UG4. Saya malah senang dengan kondisi ini, kan yang mau beli hanya orang2 tertentu yang tingginya 170 keatas, alis tidak banyak yang bakalan punya, ha ha ha.
    Bro kilaubiru mungkin bisa mempertimbangkan pulsar 135 LC.

    • kilaubiru 20 Februari 2010 pukul 8:07 AM

      saya yg matur nuwun sama Mas Hadi, rasa penasaran saya ttg black coyote sudah terbayar 😉
      kalau untuk saat ini saya masih tetap setia dg si biru, entah nanti.. hehe 😀

    • maskurmambang 20 Februari 2010 pukul 9:58 AM

      wah nek kancane ra akeh biasane harga jual kembaline rendah
      wekekekekekeee…. :mrgreen: perkataan yang sangata sering aku dengar kalo orang mau beli Motor ama HP
      lha baru mau beli udah mikir jual, emangnya mau mbakul to?

  6. adul 20 Februari 2010 pukul 9:10 AM

    mega mania juga ternyata …. :mrgreen:

  7. kentadis 20 Februari 2010 pukul 9:31 AM

    Komenq kq kdg g msuk to mas k.b? 😕

  8. kentadis 20 Februari 2010 pukul 9:33 AM

    Aq nganu og mas :mrgreen:
    Nyobo gae blog, lha knco2q yo gae blog e.. :mrgreen:

  9. lekdjie,dab.. 20 Februari 2010 pukul 9:41 AM

    rumangsaku paling enak ki posisi duduke gl pro.karo bebek wae,jok e podo duwure,cocok buat cowok pendek 165cm,kandel sisan..tapi drg pernah nyoba bajaj sih..

  10. lekdjie,dab.. 20 Februari 2010 pukul 9:48 AM

    ken,yen hpmu se,mlebu blogspot wae,ben ono gbr e..

  11. kentadis 20 Februari 2010 pukul 9:58 AM

    Mlbu blogspot py lek?
    Hape q se i..

    @ k.b
    Ktlran virus tmen2 skul, drpada fb, mnding ngeblog :mrgreen:

  12. anddeep a.k.a nadhif 20 Februari 2010 pukul 12:30 PM

    intinya tambah teman tambah pengalaman ya bro

  13. Carissha 20 Februari 2010 pukul 12:59 PM

    Selamat siang!
    Salam sejahtera selalu buat Anda!
    Hidup adalah perjuangan.
    Perjuangan harus disertai pengorbanan dan pengorbanan tdk hanya harta tetapi hal yg maya seperti waktu, kita juga harus meluangkan waktu untuk sekedar silaturahmi seperti ini. Jadi luangkanlah sedikit waktu untuk saling kunjung.
    Sebuah renungan dari BULENTIN
    Salam hangat untuk Anda dari
    “CARISSHA”
    selamat berakhir pekan bersama keluarga dan orang2 terkasih disekeling Anda!

  14. snalpot99 20 Februari 2010 pukul 1:22 PM

    ndalemipun pundi tho mas? lha nek kulo pas mudik tak sanjan

  15. asmarantaka 20 Februari 2010 pukul 3:51 PM

    moco judule mau tak kiro cocote…hehehhehehe….
    wah ndang megaproe diganti Bajaj…seng biru yoh…ditunggu..hehhehehehe

  16. Elektra 20 Februari 2010 pukul 4:25 PM

    Nehi…nehi…aca..aca…

  17. asmarantaka 20 Februari 2010 pukul 5:45 PM

    wah ditunggu…ngko gas2an mbek satriaq yoo??….hahahhahaha

  18. kentadis 21 Februari 2010 pukul 7:17 AM

    Mas k.b
    Nek komen gen ra mlbu moderasi terus i py to? 😕

  19. asmarantaka 21 Februari 2010 pukul 4:05 PM

    hahhaha…nek ngono kalah to satriaq….bajajmu luwih ngabluk… :mrgreen:

  20. kentadis 21 Februari 2010 pukul 7:01 PM

    Acem ig..
    Kesed jare :mrgreen:
    Wellcome i artix
    Well : baik
    Come : datang
    Berarti datang baik, g datang g baik 😀

  21. asmarantaka 21 Februari 2010 pukul 7:34 PM

    wah gagal pertamax ngko lek..hahahhahhaa

  22. asmarantaka 21 Februari 2010 pukul 7:55 PM

    aq tak bensin campur wee lah…hahahahha

  23. kentadis 21 Februari 2010 pukul 11:11 PM

    Aq shell super ae..
    Trus oline shel advance
    Tp motore dudu ducati :mrgreen:
    HSX wae..

  24. rafiq jauhary 22 Februari 2010 pukul 4:26 AM

    duhh pulsar… keinginan yg belum tercapai

  25. bennythegreat 22 Februari 2010 pukul 10:20 AM

    sepertinya ini cerita seseorang yang sedang “diracuni” pulsar…hehehe…

  26. asmarantaka 1 Maret 2010 pukul 4:22 PM

    campur lengo klenthik….jahahahhaha

  27. Pingback: Pulsar 180 UG4 tinggi banget? « Hadiyanta’s Weblog

  28. N4vL4 10 Juli 2010 pukul 3:47 AM

    Mas, Kalo jok nya panjangan mana si biru ama si hitam…?

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: