kilaubiru™

Expect nothing. Do something.

Awas, Jangan Rebut Hak Pengguna Sepeda di Jogja

Setelah peluncuran program Sego Segawe setahun yang lalu, Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta benar-benar mewujudkan pendukung utamanya, yakni akses jalan diutamakan bagi pengguna sepeda. Sego Segawe, akronim dari Sepeda Kanggo Sekolah Lan Nyambut Gawe, bahasa jawa yang artinya Sepeda Untuk Sekolah dan Bekerja. Program ini mengajak para siswa sekolah dan mahasiswa serta pegawai dan karyawan untuk bersama-sama berangkat dan pulang bekerja menggunakan alat transportasi bebas polusi, sepeda.

Kini, di Yogyakarta alias Jogja, setelah jalur khusus sepeda, Pemkot memberlakukan zona hijau di pemberhentian traffic light yang secara bertahap akan diberlakukan di seluruh kota Jogja. Zona hijau ini berupa area yang dicat hijau berada di paling depan setelah zebra cross di setiap lampu merah. Penerapannya, zona ini digunakan untuk pemberhentian sepeda saat menanti lampu hijau traffic light.

Walikota Jogja, Herry Zudianto, seperti dikutip dari KRjogja.com mengatakan, “Ini merupakan simbolisasi political will dari Pemkot untuk memberikan contoh pada masyarakat agar bisa menghormati pengguna jalan yang minoritas. Jadi kalau ada zona hijau di jalan, maka kendaraan bermotor dilarang untuk berhenti di area tersebut.” Artinya, jika kendaraan lain selain sepeda menginjak zona hijau, maka bakalan ditilang petugas…!:mrgreen:

zona hijau = ruang tunggu sepeda

Saat ini, baru ujung selatan jalan Malioboro (seperti di foto ini), perempatan Kantor Pos Besar, jalan Senopati, dan beberapa di kawasan itu, yang telah diaplikasikan zona hijau. Kata Pak Walikota lagi, tahun 2010 sudah ada zona hijau di tiap persimpangan jalan. Sosialisasi zona hijau ini gencar dilakukan dengan teguran simpatik dari Pak Polisi yang bertugas, bila ada motor atau mobil yang berhenti menginjak zona hijau. Selanjutnya, akan diberlakukan tilang dengan mengacu aturan marka jalan dan dukungan peraturan daerah (Perda). So, utamakan pejalan kaki dan pengguna sepeda bila bro & sis berkendara di jogja.😉

19 responses to “Awas, Jangan Rebut Hak Pengguna Sepeda di Jogja

  1. Icaq's 9 Desember 2009 pukul 2:06 PM

    Jakarta kyknya susah deh… Yang jd masalah mental pengendaranya.

  2. kilaubiru 9 Desember 2009 pukul 10:37 PM

    @ Icaq’s
    di jogja ada jalur khusus sepeda, kalo di jakarta sepanjang sudirman-thamrin kan ada jalur khusus sepeda motor, walau masih semrawut rebutan sama roda 4..😆

  3. Innori 10 Desember 2009 pukul 9:28 AM

    setuju bro, jalan milik kita bersama, semua punya hak

    cheers

  4. kilaubiru 10 Desember 2009 pukul 10:06 AM

    @ Lekdjie,dab!
    apaan tuh….?!😆

    @ Innori
    jalan kan dibangun dari pajak bro
    hayo… dah bayar pajak blum..? hehe….:mrgreen:

  5. bay 10 Desember 2009 pukul 11:58 AM

    wah, berarti mulai sekarang mulai hati-hati untuk berhenti dilampu merah

  6. kilaubiru 10 Desember 2009 pukul 3:01 PM

    @ bay
    sementara ni cuma berlaku di dalam kota jogja aja bro🙂

  7. MR 10 Desember 2009 pukul 5:35 PM

    nah kudune para pemimpin kudu ngono kuwi kok, kudu perduli

  8. kilaubiru 10 Desember 2009 pukul 5:37 PM

    @ MR
    peduli plus teladan.. pak wali sering naik sepeda ke kantornya…🙂

  9. M.R. 11 Desember 2009 pukul 8:25 PM

    aku salut ki karo:
    Walikota Jogja
    Walikota Solo
    Bupati Purbalingga

    sing memalukan : BUPATI CILACAP…..dipenjara hik hik hik

  10. kilaubiru 11 Desember 2009 pukul 9:11 PM

    @ M.R.
    lha aku malah ga tau… ga ngikutin berita..😆

  11. nick69 12 Desember 2009 pukul 9:19 AM

    Jyakakakakak
    Dipenjara,
    Bagus donk jangan hanya brani ma org miskin aja yg mudah masuk bui😛

    Btw programe bagus bgt tuh
    Liad aja jalan tampak bebas polusi suara n udara
    Damai bgt

  12. kilaubiru 14 Desember 2009 pukul 7:26 AM

    @ nick69
    foto tu diambil siang menjelang sore…😉

  13. hadiyanta 15 Desember 2009 pukul 11:16 AM

    aku mau nulis ini belum sempat, ya sudah komen saja. menurut saya kok tidak banyak berguna, karena yang memakai sepeda biasanya sudah pada nyari celah, maju ditempat yang aman. Kalau dipraktekkan malah mengganggu motor yang mau tarikan setelah lampu jadi ijo. Saya belum pernah menjumpai sepeda yang tertib mau memakainya.

  14. kilaubiru 15 Desember 2009 pukul 1:30 PM

    @ hadiyanta
    betul mas hadi, kenyataannya gitu.. jarang yg manfaatin ni, paling cm saya:mrgreen:
    ya mungkin berada di paling depan soalnya biasanya sepeda atau becak maen slonong aja waktu lampu merah, ga bakalan ditabrak sih, cuman agak ganggu aja kalo maen slonong gitu…😀

  15. Ismail Agung 23 Januari 2010 pukul 2:23 PM

    Mantaps…. Klo di bandung mah harus ada 1000 orang dulu yang bersepeda. Baru deh dibuatkan.
    Gimana mau ada 1000 yang bersepeda klo fasilitasnya aja ga ada. Dasar aneh!! Mana jalan depan gedung propinsi -gedung sate- aja pada bolong-bolong plus penuh tambalan. Memalukan pemprop dan pemkot bandung mah! Bisanya omdo!

  16. kilaubiru 23 Januari 2010 pukul 2:38 PM

    @ Ismail Agung
    kebijakan tiap daerah pastinya beda, padahal di bandung malah lebih kondusif buat sepeda ya😉

  17. nanik 3 Februari 2010 pukul 10:07 AM

    mantapz…saya udah nyobain pas ke jogja kemaren🙂

  18. kilaubiru 3 Februari 2010 pukul 10:18 AM

    @ nanik
    gantian ditunggu laporan makan2nya di jogja…:mrgreen:

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: