kilaubiru™

Expect nothing. Do something.

Produksi Motor Gila-Gilaan, Akibatnya…

banyak motor di jalanan...To the point sadja…..😉

Pertama, pastinya ruas dan lebar jalan tidak bertambah, jelas makin menambah kemacetan. Coba saja bandingkan kondisi lalu lintas saat ini dengan 5 atau 10 tahun yang lalu, sangat-sangat berbeda…

Kedua, semakin tinggi resiko kecelakaan di jalan. Tentu saja dapat dilogika bahwa pertumbuhan jumlah motor dengan peningkatan kemampuan safety riding tidak seimbang. Saya sendiri kadang miris melihat anak-anak usia SD atau SMP mengendarai motor baru yang notabene dari sisi umur belum memenuhi syarat mental dan fisik untuk memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Apalagi kadang tidak melengkapi diri dengan perangkat safety memadai.

Ketiga, menambah “hitam” udara di sekitar kita. Walaupun motor baru sekarang kebanyakan telah dilengkapi katalis pemecah kadar CO, namun tetap saja ada polusi sekian ppm (part per million) udara kali sekian puluh juta motor di jalanan.

Di balik batu, eh… di balik itu semua:mrgreen: ada keuntungan/profit yang didapat oleh produsen motor, lembaga kredit, bengkel, toko suku cadang, pengusaha SPBU, pendapatan daerah melalui pajak kendaraan, bahkan tukang parkir.😀

So, biarpun ada plusnya yang menyangkut hajat hidup orang banyak (pinjam bahasa undang-undang.. hehe:mrgreen: ) tentu lebih baik bila kepemilikan kendaraan bermotor dibatasi atau setidaknya bagaimana solusi mengurangi pencemaran udara dengan efisiensi bahan bakar fosil, agar bumi kita tetap hijau, karena bumi kita hanya satu. Setuju…?😉

8 responses to “Produksi Motor Gila-Gilaan, Akibatnya…

  1. Evan 14 November 2009 pukul 10:42 PM

    Setuju !🙂
    udah terlalu banyak mobil & motor pribadi., yg pasti nggak baik efeknya buat lingkungan🙂

  2. kilaubiru 15 November 2009 pukul 12:34 AM

    @ Evan
    yupz… lebih efektif bagaimana kalau kendaraan tidak dibatasi namun dikurangi😉

  3. SkyrideR 15 November 2009 pukul 7:06 AM

    Motor atas nama KTP gw udah 3 je. udah ng boleh beli lg nih

  4. kilaubiru 15 November 2009 pukul 7:18 AM

    @ SkyrideR
    sbenernya kalo dibatasi per atas nama gitu ribet bro, apalagi kalo udah berpindah tangan, solusinya yg real ya tetap efisiensi bahan bakar saja😉

  5. billbull 10 Desember 2009 pukul 2:29 PM

    selama ini kita tau nya beli mobil / motor baru, lalu jual second ke orang lain. bila di jual lagi, kendaraan ini akan bertukar kepemilikan, begitu seterusnya.

    bila sampai saat tertentu dimana kendaraan itu sudah terlalu jelek / tua & tidak layak pakai. lalu gimana? apa masuk ke “crusher” / jual besi loak. di film2 amrik kan ada tempat pengumpulan mobil usang. nah, gimana dengan indonesia tercinta kita?

  6. kilaubiru 10 Desember 2009 pukul 3:00 PM

    @ billbull
    setau saya sih kalo dah usang banget mestinya cuma jd besi tua, yg masih bisa dimanfaatkan ya digunakan. selebihnya jelas ga dipake trus jadi barang rongsokan masuk pabrik daur ulang😉 cmiiw

  7. billy nick69 20 Desember 2009 pukul 9:15 AM

    Dijalan jd sumpek
    Kalo km lihat diperempatan jln buluh indah – gunung agung denpasar,walah2 smrawut bro
    Lampu merah spt gak ada gunanya!
    Orang lampu merah tetep pd jalan.
    Wedew jd rame klakson smpe macet ditengah2 perempatan
    Tp seru jg kadang lihat bgituan
    Pd gak mo ngalah

    Aku sumpek.. aku tinggal minggir dibwah pohon sambil OL
    wkwkwk

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: