kilaubiru™

Expect nothing. Do something.

Mari Bersepeda di Jogja

segosegaweMenurut cerita kakek saya, dulu Yogyakarta (Jogja) dikenal sebagai kota sepeda, karena pada waktu itu alat transportasi yang utama untuk jarak jauh adalah sepeda. Hingga sampai pada saat di mana Jogja menjadi ibukota Republik Indonesia, masih tetap eksis, sepeda ada di mana-mana. Sekarang, kendaraan bermotor menguasai jalan-jalan di Jogja, sepeda hanyalah alat transportasi jarak dekat dan sarana olahraga. Mengapa saya mengulas tentang sepeda? Karena sepeda juga memiliki dua roda, two wheels, kecuali sepeda roda tiga bagi anak-anak:mrgreen:.

Sejak Oktober 2008, Pemkot Yogyakarta meluncurkan program Sego Segawe, akronim dari Sepeda Kanggo Sekolah Lan Nyambut Gawe, bahasa jawa yang artinya Sepeda Untuk Sekolah dan Bekerja. Program ini mengajak para siswa sekolah dan mahasiswa serta pegawai dan karyawan untuk bersama-sama berangkat dan pulang bekerja menggunakan alat transportasi bebas polusi, sepeda.

Demi menghapus kesan negatif bersepeda, dimulai dari jalan sekitar kampus Universitas Gadjah Mada ke arah timur hingga depan kampus Universitas Negeri Yogyakarta, dibuat jalur khusus sepeda. Keseriusan Pemkot Yogyakarta mewujudkan program ini terbukti, saat ini sebagian besar jalan utama di jogja, terutama jalur sekolah dan instansi/perusahaan, dibuat jalur sepeda dengan garis putus-putus warna kuning. Dilengkapi juga dengan papan penunjuk jalur alternatif sepeda seperti tampak pada foto berikut, yang diambil di Jalan Suroto Kotabaru, yang menuju kampus UGM.

jalur sepeda & papan penunjuk

jalur sepeda & papan penunjuk

Asumsi penghematan bila menggunakan sepeda adalah, apabila sehari mengeluarkan biaya transportasi untuk kendaraan umum atau bahan bakar kendaraan, dengan bersepeda maka biaya itu otomatis tidak ada. Dengan memperhatikan waktu tempuh bersepeda, maka dapat dihitung waktu agar tidak terlambat beraktivitas. Dapat dihitung penghematan dalam seminggu, dalam sebulan, dan bahkan dalam setahun. Sosialisasi hingga saat ini masih terus dilakukan dan dikembangkan dengan perkumpulan-perkumpulan atau paguyuban bersepeda. Diharapkan polusi udara akibat emisi kendaraan dapat ditekan, sekaligus meningkatkan kualitas hidup yang membuat badan segar karena berolahraga dengan bersepeda. Kalaupun kita masih berat bersepeda dengan alasan capek, cobalah dimulai dari jarak dekat, misalnya ke warung atau ke rumah pak Lurah dengan bersepeda:mrgreen:. Dengan bersepeda dapat mengurangi polusi udara dan bonus kesehatan bagi diri kita sendiri😉.

10 responses to “Mari Bersepeda di Jogja

  1. diar 13 Agustus 2009 pukul 8:11 AM

    ide yg segar, kalau diterapkan di jakartakira-kira bagaimana ya ? seumpama ada karyawan yg sehari-hari tinggal di bogor dan kerja di kawasan kuningan jakarta, dia mesti berangkat jam berapa bila naik sepeda ? tp ini adalah sebuah terobosan yg menarik, segar dan tentu saja merakyat dan layak dicoba….!

  2. kuro22id 14 Agustus 2009 pukul 8:16 AM

    Bersepeda cocok di daerah yang datar, kalo di kalimantan kurang cocok coz banyak bukit dan gunung.

  3. slam 14 Agustus 2009 pukul 11:18 AM

    harapan yg mustahil…..di negara tropis Indonesia, saat ini, menghidupkan kembali kegiatan bersepeda utk SEGAWE. Jantung memang bisa sehat, tapi paru-paru bisa malah kena kanker karena polusi jalanan yg dahsyat…..serta bisa kena kanker kulit karena panas matahari yg sangat menyengat…..saya sendiri mencintai sepeda untuk olahraga terutama di pagi hari sebelum matahari terbit,sangat menyayangkan polusi di jogja semakin menggila akibat tdk ada regulasi kendaraan bermesin yg semakin hari jumlahnya semakin tak terkendali.

  4. silentlight 16 Agustus 2009 pukul 8:07 AM

    Setuju dengan slam^
    polusi di jogja sudah parah, sudah seharusnya pemerintah bikin aturan tentang polusi kendaraan

  5. Alon2 Asal Kelakon 18 Agustus 2009 pukul 2:59 PM

    Wah,sama dong.. Kalau saya sih kadang aja bek tukulnya (bike 2 skul..),soalnya kalau di daerah saya pemkotnya masih belum ada inisiatif spt ini.. Jadi yg naik sepeda masih harus berebut jalur dgn kendaraan lain.. Bahkan dgn becak sekalipun.. Hehe.. Repot ya..

  6. Pingback: Awas, Jangan Rebut Hak Pengguna Sepeda di Jogja « ..:: kilaubiru >> journey | two wheels | techno ::..

  7. jamboel 3 Januari 2010 pukul 9:05 AM

    jangan bilang mustahil kalau belum dicoba..ungkapan ini seperti kalah sebelum berperang…atau yang lebih sadis lagi adalah ungkapan “putus asa”…

  8. Pingback: Hanya di Jogja, Gan, pengguna SEPEDA dimanjakan - Ceriwis - Indonesian Community

  9. Jose Hosie 29 Mei 2016 pukul 10:06 PM

    Wonderful website you have here but I was curious if you knew of any discussion boards that cover the same topics talked about here? I’d really love to be a part of group where I can get opinions from other experienced individuals that share the same interest. If you have any suggestions, please let me know. Cheers!

  10. are really a just right webmaster. The site loading pace is incredible. It seems that you are doing any unique trick. Furthermore, The contents are masterwork. you have done a wonderful activity in this topic!| 20 Oktober 2016 pukul 1:17 PM

    I was curious if you ever thought of changing the page layout of your site? Its very well written; I love what youve got to say. But maybe you could a little more in the way of content so people could connect with it better. Youve got an awful lot of text for only having 1 or two pictures. Maybe you could space it out better?|

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: