kilaubiru™

Expect nothing. Do something.

Lanjutan… Bikin Lampu Belakang LED

Ternyata menarik juga artikel yang ini, sesuai janji saya, ini sambungannya.. ;) Bila bro & sist masih bingung bagaimana bikin sendiri rangkaiannya, bisa langsung ke link ini, http://led.linear1.org/led.wiz. Di situ ada 4 kotak yang harus dan wajib diisi, yaitu sorce voltage, diode forward voltage, diode forward current, serta number of LEDs in your array.

Source voltage atau tegangan sumber harus DC atau searah. Tegangan searah berasal dari baterai atau aki, maupun penyearahan dari arus AC, sedangkan arus AC umumnya bersumber dari generator atau dinamo. Bila menggunakan sumber tegangan dari aki 12 volt di motor, maka kotak ini diisi 13.4, dilebihkan sebagai batas atas tegangan sekitar 10%.

Diode forward voltage atau tegangan tiap LED umumnya sebesar 3 volt, jadi kotak ini bisa diisi angka 3. Spesifikasi LED bisa ditanyakan kepada penjualnya atau klik saja tanda “?” di sebelahnya.

Diode forward current atau arus tiap LED dengan satuan miliampere, 1 ampere = 1000 miliampere. Umumnya untuk LED berdiameter 3 mm dan 5 mm membutuhkan arus 20 mA, jadi kotak ini bisa diisi angka 20.

Number of LED’s in your array, diisi terserah mau berapa LED yang akan digunakan. Rangkaian 5 LED atau bahkan 20 LED bisa dibuat, sesuai selera pokoknya :mrgreen:

View output as, dipilih ASCII untuk format teks yg bisa dicopy paste, atau schematic untuk gambar skema, atau pilih wiring diagram untuk diagram rangkaian. Saran saya, pilih wiring diagram untuk mempermudah perangkaian kabel. Di bawahnya ada pilihan penandaan “help with resistor color codes”, bantuan untuk mengetahui warna gelang-gelang resistor sebagai ukuran hambatan. Opsi ini bisa diabaikan karena bisa langsung minta pada toko penjual komponen elektronika ;)

Berikut gambar screen shot link untuk lebih jelasnya…

Input Rangkaian LED

Setelah keempat dialog box diisi, klik “design my array”, akan muncul hasil rangkaian, bila ada beberapa hasil, pilih salah satu saja yang sekiranya tidak ribet. Saya contohkan, bila ingin menyusun lampu rem yang terdiri dari 6 LED, dengan kelistrikan motor 12 volt, maka kotak isian tadi diisi sesuai parameter di atas, lalu kotak terakhir diisikan angka 6, hasilnya seperti ini :

Rangkaian 6 LED untuk 12V dengan Resistor 220ohm

Rangkaian 6 LED untuk 12V dengan Resistor 220ohm

Mau jumlah LED lebih banyak, bisa utak-atik pengisian kotak itu, untuk tegangan sumber 6 volt, bisa juga. Sepenuhnya kreasi sendiri ;) Untuk rangkaian ini disarankan hanya sebagai pengganti lampu rem untuk motor dengan lampu malam dari spul atau generator, bila motor dengan kelistrikan dari aki bisa diaplikasikan untuk lampu malam juga. Memang di pasaran sudah banyak tersedia variasi lampu LED yang bisa digunakan sebagai lampu rem atau lampu disko… kalau boleh dibilang begitu :mrgreen: namun sepertinya bila bikin sendiri rasa-rasanya lebih bangga :D

Tengkyu berat buat bro Aceng atas linknya :)

Semoga berguna :D

About these ads

69 responses to “Lanjutan… Bikin Lampu Belakang LED

  1. M.R. 15 Desember 2009 pukul 4:51 AM

    Pertama kali mbaca elektronik

  2. kilaubiru 15 Desember 2009 pukul 5:05 AM

    @ M.R.
    saya kedua kali.. :mrgreen:

  3. nunoe 15 Desember 2009 pukul 7:14 AM

    ah….
    ini yg saya cari…
    mo bikin buat lampu senja :D

    thx brader

  4. kilaubiru 15 Desember 2009 pukul 7:45 AM

    @ nunoe
    yupz.. semoga berguna bro :)

  5. alex 15 Desember 2009 pukul 11:37 AM

    siiippp…
    top markotop..
    thanks banget buat responnya..
    Te O Pe Be Ge Te deh.. :D
    matur tengkyu Gan.. :)

  6. kilaubiru 15 Desember 2009 pukul 1:33 PM

    @ alex
    kasih cendol asik juga gan siang2 gini seger… :D wkwkwkwk.. :mrgreen:

  7. aceng 16 Desember 2009 pukul 7:58 AM

    Siip, makin jelas

  8. kilaubiru 16 Desember 2009 pukul 8:11 AM

    @ aceng
    skali lagi banyak tengkyu bro :)

  9. Innori 17 Desember 2009 pukul 9:57 PM

    hmmm bikin ga ya……….

  10. kilaubiru 17 Desember 2009 pukul 10:01 PM

    @ Innori
    bingung bro….? :mrgreen:

  11. nick69 19 Desember 2009 pukul 9:48 PM

    Walagh
    Gak mudeng kelistrikan :mrgreen:

  12. kilaubiru 19 Desember 2009 pukul 9:58 PM

    @ nick69
    yg penting tau mana yg ga ada listriknya… he :mrgreen:

  13. nw by_iwan 22 Desember 2009 pukul 9:42 AM

    wah….. tambah mumedzzzzzzz………..

  14. eggi 5 Januari 2010 pukul 3:52 PM

    blue color makin booming bro…..makach yaa…suxes….

  15. fajar 10 Februari 2010 pukul 2:51 PM

    maaf bro.

    kalau satu LED putus, maka satu jalar mati semua ya ?

    bisa gak dibuat paralel ? thanks

    • kilaubiru 12 Februari 2010 pukul 9:30 PM

      @ fajar
      setelah klik “design my array” nanti ada pilihan bro, ada rangkaian seri atau paralel, bisa dipakai salah satu dari pilihan rangkaian itu ;)

  16. fajar 13 Februari 2010 pukul 6:27 AM

    kok gak bisa di ubah ke paralel ya ?

  17. arman 27 Maret 2010 pukul 10:42 PM

    ilmu yang sangat bermanfaat……

    segelas es cendol….

  18. pelajar 20 April 2010 pukul 11:31 PM

    wah makasih nih om.. nambah wawasan banget..

    sekalian mau nanya..hihi..
    kalo buat rem belakang, listriknya dari aki. tegangannya 13,4 volt.
    nah, kalo buat lampu besar belakang, listriknya langsung dari kiprok ya. itu berapa volt ?

    • kilaubiru 20 April 2010 pukul 11:36 PM

      ya sama aja bro, 13,4 volt itu sudah termasuk toleransi tertinggi, kan aki sebenarnya 12 volt, begitu pula dari kiprok.. nah, biar led ga kebakar karena tegangan lebih dari 12 volt, dikasih toleransi 10% jadi 13,4 volt
      dengan catatan kiproknya bekerja normal ya ;)

  19. maxxis 28 Juni 2010 pukul 9:11 AM

    mantabbh gan infonya, jadi ngerti ane, hhe

    eh, mau tnya jg, kalo lampu led ntu di pekae wat lampu stop jg,
    umpama pake 12 led, 8 dipake wat lampmu stop yang nyalanya kan tidak terus-terus an, itu pake 2 rangkaian yang berbeda ato tetep pke 1 skema??? tlg d bles cpet ya … thenks

  20. Ahmad Bowo 6 Juli 2010 pukul 3:35 PM

    Um, klo perbandingan lampu LED & NEON yang melingkar bangusyang mana…?
    Klo LED & NEON Berapa..?
    trus klo mau pesan hub kemana..?

  21. estuelektro 25 Juli 2010 pukul 6:20 AM

    LED (light emitting diode) sekarang ini telah banyak digunakan, antara lain untuk lampu sinyal lalu lintas dan lampu indikator kendaraan. Nilai efisasi (lumen per watt) LED yang semakin meningkat membuat sumber cahaya ini digunakan secara meluas pada bidang penerangan.

    Cikal bakal lampu LED untuk penerangan tak terlepas dari kemunculan LED pertama kali di pasaran pada tahun 1960-an. LED berwarna merah merupakan jenis LED yang pertama kali muncul di pasaran, kemudian diikuti jenis LED berwarna kuning dan oranye.

    Kehadiran LED di pasaran merupakan kemunculan satu jenis pencahayaan baru dengan konsumsi energi listrik yang rendah dibandingkan dengan lampu konvensional dan sangat sedikit panas yang dihasilkan. Setelah sekian lama LED diterima masyarakat kemudian muncullah ide untuk membuat lampu penerangan dengan menggunakan LED putih.

    Keinginan membuat LED yang menghasilkan cahaya berwarna putih harus ditunjang dengan penemuan LED biru. Alasan untuk hal tersebut adalah karena cahaya putih yang dihasilkan LED bisa dihasilkan dengan cara mengombinasikan cahaya merah, hijau, dan biru dari masing-masing LED. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut maka dilakukanlah penelitian terhadap bahan LED yang mampu menghasilkan warna biru.

    Perkembangan terhadap penelitian di bidang sains material telah membantu penemuan LED biru. Terbuktilah pada tahun 1993, Shuji Nakamura di Nichia Chemical Industries memperlihatkan penemuan LED biru yang menggunakan bahan galium nitrida (GaN). Temuan ini mengantarkan penciptaan LED cahaya putih sekaligus pembuatan lampu LED untuk penerangan di dalam dan luar ruangan.

    Proses penggabungan cahaya dari LED biru, merah, dan hijau untuk menghasilkan LED yang memancarkan cahaya putih saat ini mulai jarang digunakan. Sebagian besar LED cahaya putih saat ini dihasilkan berdasarkan struktur InGaN-GaN (indium galium nitrida-galium nitrida).

    Lapisan aktif InGaN ditutup oleh suatu endapan fosfor berwarna kekuning-kuningan yang biasanya terbuat dari kristal cerium yang didop oleh yttrium aluminum garnet (Ce3+:YAG). Ketika chip LED memancarkan cahaya biru, maka saat itu juga muncul spektrum pada panjang gelombang sekitar 580 nanometer berwarna kuning yang dihasilkan oleh Ce3+:YAG. Karena cahaya kuning menstimulasi sel reseptor merah dan hijau pada mata manusia, maka campuran biru dan kuning menghasilkan cahaya yang tampak berwarna putih. Teknik pembuatan LED putih dengan cara seperti ini telah dikembangkan oleh Nichia sejak tahun 1996 untuk memproduksi LED cahaya putih.

    Metode terbaru yang digunakan untuk menghasilkan LED cahaya putih adalah dengan tidak mendasarkan atau melibatkan keseluruhan bahan fosfor, tetapi dengan mendasarkan pada pertumbuhan seng selenida (ZnSe) di atas substrat ZnSe (secara homoepitaksial). Arsitektural secara homoepitaksial ZnSe seperti itu dapat menghasilkan cahaya biru dari area aktifnya dan memancarkan cahaya kuning dari substratnya. Teknik ini menghasilkan cahaya putih kekuning-kuningan yang serupa dengan cahaya yang dihasilkan lampu pijar.

    Hasil penelitian lain yang berkaitan dengan pengembangan LED putih telah dilakukan oleh dua orang ilmuwan dari India, D. D. Sarma dan Angshuman Nag. (diinformasikan oleh ACS` The Journal of Physical Chemistry C, 9 September 2007, judul: White Light from Mn2+-Doped CdS Nanocrystals: A New Approach). Metode yang digunakan oleh kedua peneliti tersebut untuk menghasilkan cahaya putih dari LED adalah melalui pencampuran manggan (Mn) dengan bahan nanokristal semikonduktor kadmium sulfida (nanokristal CdS). Metode tersebut menghasilkan LED yang memancarkan cahaya putih yang stabil dan memiliki performa tinggi dibandingkan LED generasi sebelumnya.

    D. D. Sarma dan Angshuman Nag menyatakan bahwa LED putih yang dikembangkannya itu merupakan LED putih yang menghasilkan cahaya sangat cemerlang, tahan lama, dan lebih banyak efisiensi energi dibandingkan sumber cahaya konvensional seperti lampu pijar dan lampu fluoresen, sehingga dapat menggantikan lampu konvensional di masa mendatang. Selain itu, LED putih tersebut menghasilkan cahaya putih bersih sehingga cocok digunakan untuk penerangan dalam rumah, kantor, dan bangunan-bangunan lain.

    LED merupakan sumber cahaya yang cukup efisien. Rata-rata lampu LED putih yang dipasarkan menghasilkan efisasi cahaya sebesar 32 lumen per watt (lm/W), dan hasil pengembangan teknologi terbaru diharapkan sampai menghasilkan 80 lm/W. Umur operasi LED yang panjang telah membuat lampu LED putih sangat atraktif.

    Bentuk fisik lampu LED putih yang digunakan sebagai lampu penerangan merupakan kumpulan (kluster) LED putih yang sudah disatukan dan dikemas sedemikian rupa sehingga membentuk sebuah sumber cahaya. Saat ini penyediaan lampu LED putih sebagai penerangan lebih banyak untuk di rumah-rumah dan harganya relatif masih mahal.***

  22. estuelektro 25 Juli 2010 pukul 6:22 AM

    VIVAnews – Direktur Observatorium Boscha Taufiq Hidayat menyarankan agar masyarakat memakai lampu hemat energi (lampu TL) warna kuning untuk penggunaan di luar ruangan. Pasalnya, lampu hemat energi warna kuning -disebut juga lampu low pressure sodium- paling sedikit memberikan polusi cahaya bila dibandingkan lampu jenis lain.

    “Untuk penerangan di luar ruangan, seperti taman, lampu jalan, atau stadion, sebaiknya menggunakan lampu low pressure sodium,” ujar Taufiq saat acara kunjungan Microsoft ke Observatorium Bosha Lembang, Rabu malam 28 Januari 2009.

    Taufiq menjelaskan, panjang gelombang lampu low pressure pendek, sehingga daya jelajahnya tidak jauh dan tak terlalu parah menimbulkan polusi cahaya. Sementara lampu jenis lainnya, kata Taufiq tidak disarankan untuk dipakai di luar ruangan. Lampu hemat energi (neon) warna putih, misalnya. Lampu ini adalah lampu jenis high pressure sodium, yang memiliki panjang gelombang lebih panjang. Sebaiknya, kata Taufiq, ia digunakan untuk di dalam ruangan, karena baik untuk dekorasi.

    Selain itu, ada lagi lampu jenis Light Emitting Diode (LED). Lampu LED kata Taufiq sebenarnya juga hemat energi. Namun, ternyata lampu jenis ini tak ramah ekologi. Artinya lampu jenis itu, menurut penelitian para pakar di bidang lighting engineering, mengganggu keseimbangan ekologi. Lampu LED sangat menarik bagi binatang seperti burung dan serangga, sehingga akan mengundang kedatangan binatang-binatang itu. “Lampu LED membuat siklus migrasi burung rusak, dan itu tidak disarankan” kata Taufiq. Tak hanya binatang, ternyata lampu ini juga mempengaruhi mempengaruhi tanaman.

    Adapun lampu merkuri, kata Taufiq sudah jelas harus ditinggalkan karena berbahaya bagi kesehatan, tak ramah lingkungan,dan boros energi. Di Indonesia sendiri masih banyak masyarakat yang menggunakan lampu merkuri. Alhasil, polusi cahaya semakin menjadi-jadi.

    Salah satu akibat fatal dari polusi cahaya, kata Taufiq, anak-anak, saat ini tak lagi mengetahui keberadaan bintang-bintang di langit. Anak-anak di Jakarta, misalnya, mereka tak bisa melihat bintang di malam hari, melainkan hanya bisa melihat silau billboard iklan raksasa di sudut-sudut kota.

    Polusi cahaya di observatorium Boscha sendiri, sudah berada pada taraf yang mengkhawatirkan. Menurut Taufiq, polusi cahaya sudah terasa, saat teleskop diarahkan pada sudut 30 derajat. Padahal idealnya, kata Taufiq, areal sebuah observatorium berada sekitar 50 km dari perumahan penduduk. Sementara Observatorium Boscha hanya berada beberapa ratus meter dari rumah penduduk.

  23. ridwan 8 September 2010 pukul 1:30 PM

    kalau berikut lampu malam n lampu remnya gmn rangkaiannya?? apakah sama??

  24. ardi 10 Oktober 2010 pukul 8:30 PM

    aq tertarik juga ne..

  25. zainal 23 Oktober 2010 pukul 5:55 PM

    Pak, kalau untuk lampu mobil depan, bagaimana penjelasannya… saya ingin sekali mencoba membuat untuk lampu depan… untuk lampu belakang sudah di coba… terima kasih….

  26. Aldiaz 9 November 2010 pukul 11:59 AM

    mas,mau tanya ni,,saya mau buat motor sy lampunya full LED smua,lalu rangkaian skema lampu senja sm lampu utama sm dengan skema stop lamp yg mas kilau share di sni gak?motor sy jupiter mx 135,,klo bs bls d email aj y mas,,hhe
    thnx b4

  27. FAHMI 30 November 2010 pukul 5:14 PM

    Bro…thank artikelnya….

  28. wanda 11 Desember 2010 pukul 8:46 PM

    gmn cara buat lampu led unutk penerangan dirumah.cukup dengan 48 led puti.lebih irit dan hemt energi.

  29. wanda 11 Desember 2010 pukul 8:53 PM

    klo untuk emegensi bisa pake aki 12v untk motor dengan lampu neon 10w 220v.dengan sebuah rangkain inverter 12v dc ke 220 v ac.cukup terang sekali mampu bertahan 4 jam.klo maw beli rangkaiyan elktroniknya bole hub ke
    081 220089061.lebih lama nyalanya pake lampu led putih mampu bertahan 24 jam udah di coba

  30. Aank wijaya 31 Desember 2010 pukul 3:59 PM

    terobosssan baru lageee nih!!!!!
    hohoho…

  31. wanda 17 Januari 2011 pukul 6:17 PM

    http://4wand4.wordpress.com/category/hobi-eletronika/

    coba gan liat web di atas brngkali ada minat.salam persahabatan.

  32. EKO ADI 26 April 2011 pukul 10:57 PM

    BRO Q PENGEN TY, Q DAH APLIKASI LED PD LAMPU REM MOTOR Q TP KNP YA KOK PUTUS SEBLH STLH DIPKE SEHARI? RANGKAAN Q ADLH 4 LED BIRU DIPSG SERI, TIAP 2LED Q KSH RESISTOR 1 KILO. APA ADA YG SLH MA RANGKAIAN Q? GMN BIAR G PUTUS SEBLH BRO? TENGKIYU. BLS KE EMAIL Q AJA

  33. manggala 9 Mei 2011 pukul 11:35 PM

    kalo buat lampu senja, katanya pakai dioda? ukurannya berapa ya bro??

  34. fendi ahmad 24 Juni 2011 pukul 10:07 AM

    mas mw nanya nih
    kaki LED yang dpasang resistor kutub negatif atau positif ya mas?
    mohon ilmunya ya mas,,,tks,,,,,,,,,,,bls

  35. ntchwaidumela 21 Agustus 2011 pukul 12:05 AM

    mksh bantuannya bang, dr bca tulisan abang yg pertama ud menginspirasi saya,

  36. robiet 31 Agustus 2011 pukul 12:49 PM

    gmna cara bikin rangkaian lampu belakang (rem/senja) LED untuk motor
    serta gambar rangkaian dan bahannya…mksih

  37. Zutonx Blog 13 September 2011 pukul 9:44 AM

    Ini yang saya cari Mas Bro…..lampu belakang ane mati terus….thx impor nasinya

  38. johar truth 8 Oktober 2011 pukul 8:43 PM

    mas saya mw nanya kalau maw ganti warna lampu tergantung lampunya ya,

    tlong ya

    makasi

  39. yuri 23 November 2011 pukul 12:28 AM

    aku mo buat rangkaian stop lamp buat vixion
    klo buat lamu senja sama malem kan rangkaian nya gmana?di bikin 2 ya?
    tolong buat rangkaianya dong(aku beli bahan trus tinggal solder2 aja)
    kirim vial email yaa

  40. ferry MX 8 Desember 2011 pukul 8:51 AM

    makasih atas infonya gan…..

  41. sonbluekudil 28 Desember 2011 pukul 2:54 PM

    klo buat strobo bisa ga om??

  42. hermawan 28 Desember 2011 pukul 9:13 PM

    met mlm pak….
    Bagaimana cara merangkai lampu led untuk motor yang acu’y 12v….
    Trus komponen2 ap saya yg harus dibeli n nama’y juga….
    N bagaimana cara pasang’y juga…
    TQ…..

  43. modung 26 Januari 2012 pukul 1:08 PM

    jadi pengen bikin, tp sayang ga ngerti elektro

  44. Debora Yulinda 17 Februari 2012 pukul 7:17 PM

    ak mau buat rangkaian 80 led
    gmna yah cara merangkai ny ?

  45. cholimuttami 11 Maret 2012 pukul 1:46 AM

    bagus…bagus…mas bro artikelnya, & banyak comment2 yang bermangpaat…tengkiyu tengkiyu banget.

  46. Dimassss 11 Mei 2012 pukul 8:43 PM

    Thx gan.sudah saya coba memakai 21 led untuk lampu belakang.mantap dah, bikin pengendara yg belakang agak silau tapi hahahaha.
    tapi resistornya kok panas banget ya? saya pakai 220 ohm

  47. 1234gogo 13 Mei 2012 pukul 11:08 PM

    klo buat aki yg 24 volt gmn ya

  48. 1234gogo 13 Mei 2012 pukul 11:15 PM

    jgn hanya ngomongin aki 12volt,nah klo yg aki 24volt gmn rangkaiannya tahanannya,,salam kenal ty

  49. ORANG DESA 21 Mei 2012 pukul 10:15 PM

    KLO BIKIN LED YG DI TARO DI VELEG GMNA YA PAK BRO? BIAR NYALANYA MUTER GTO… MAKASI

  50. dickson 12 Juni 2012 pukul 12:19 PM

    Terima kasih atas sharingnya…

  51. joebae 15 Juni 2012 pukul 2:40 PM

    mas boleh tanya2 g ?

  52. iwan 18 Juni 2012 pukul 9:36 AM

    mo tanya bos ad yg tau g,,,
    sy bikin rangkain led 15 lampu.
    + – + – + – R
    + – + – + – R
    tp ko yg nyala cuma 2 lampu knp yah????

    • joe8370j 23 Juni 2012 pukul 6:18 PM

      maf bang iwan sblumnya,mang kw boleh sya tw,led yg bang iwan bkin tu berapa volt?dan R nyya berapa?arusnya juga berapa?dr stu kta bsa tw knapa lmpu led bang iwan nyalanya cuma 2

  53. Anonymous 25 September 2012 pukul 7:41 PM

    thanks brooo

  54. danar 26 November 2012 pukul 8:43 PM

    mas tau enggak cara membuat lampu neon sederhana?

  55. Ju4N 30 November 2012 pukul 9:00 PM

    Gan… kalo pake PCB LED(yg bulat) sama resistornya 330 ohm… bisa Gan?

  56. Onepain Onlyfor Zha 7 Juni 2013 pukul 5:18 PM

    maaf mas mau tanya kan di atas di bahas pake 2 rangkaian yang berbeda untuk lampu rem sama lampu malam nya…jd maksudnya scema nya sama mau lampu rem ato lampu malam kaya scema di atas kan cuman jd bikin 2 sekema pada pcb yang sama gitt kan jd nantinya keluar 4kabel kan? ato 3 juga bisa kan jd satu untuk lampu rem kabelk 2untuklampu malam dan kabel ke 3 untuk masa gitt kan? tolong penjelasan nya trim ..

  57. BOY 8 Juni 2014 pukul 5:50 PM

    pasang di helm led nya. bgus gk?

  58. BOY 14 Juli 2014 pukul 1:39 PM

    gw nyalain 2 led piranha diparalel, pkai powersupply 12v langsung, selama beberapa bln aman aman saja. pdhl dinyalakan 14 jam. led luxeon 1 watt juga sama.

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.705 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: